Beberapa merek dan pelaku bisnis kunci part 3

Ultimate key security

Lain lagi Assa Abloy Group. Grup usaha yang antara lain memasarkan Yale dan Lockwood ini, menawarkan bukan sekedar kunci melainkan door opening solutions dari berbagai merek terkemuka untuk aneka peruntukan pada hunian, bangunan komersial, industri, instalasi militer dan aplikasi lain yang menuntut sistem kunci dengan standar keamanan dan keselamatan tinggi.

Menurut Paul Loemaksono, Sales Manager Indonesia Assa Abloy Group, sudah seharusnya pilihan kunci baik dalam bentuk mekanik, elektromekanik, maupun elektronik, didasarkan atas standar keamanan dan keselamatan: terbuat dari bahan bermutu tinggi, sulit diduplikat, tahan api, antimacet saat terbakar, self locking door, disable-people assist, dan lain-lain.

Pasalnya, tingginya mobilitas manusia saat ini membutuhkan kunci yang memiliki tingkat penangkal yang baik terhadap usaha duplikasi yang kian canggih. “Sebagian besar produk kunci saat ini tidak memenuhi standar keamanan dan keselamatan. Konsumen kita belum terlalu peduli dengan hal itu. Padahal jaminan mekanik selama puluhan tahun saja tidak memadai,” katanya.

Assa Abloy menawarkan ultimate key security system dengan teknologi CLIQ yang sangat sukar diduplikat, karena silinder kuncinya memiliki minimal enam pin dengan kombinasi pengunci lebih dari 5.000. “Kebanyakan kunci memiliki pin dan kombinasi di bawah itu yang tidak cocok untuk aplikasi yang menuntut standar pengamanan tinggi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Assa Abloy adalah industri besar di bisnis akses kontrol bangunan, sistem kunci sekuriti, dan building hardware yang memasarkan lebih dari 80 merek di lebih dari 40 negara. Semua produknya sudah memenuhi berbagai standar keamanan dan keselamatan seperti DIN (Eropa), ANSI (Amerika), dan BS (Inggris).

Karena itu kalau agen kunci di Indonesia memperbesar pasar dengan melakukan copy produk, Assa Abloy dan pemain besar sejenis seperti Dorma, Stanley, Kaba, Miwa, dan Black & Decker, melalui akuisisi merek yang memiliki basis pasar kuat. “Saat ini kami menguasai 10 persen pangsa pasar dunia,” ungkapnya.

Ia mengaku menggarap pasar proyek selain pasar ritel. Di Jabodetabek, Yale banyak dipakai perumahan menengah atas. Sedangkan di pasar ritel konsumennya rata-rata rumah mewah. Assa Abloy juga memberikan garansi dan layanan purna jual terhadap semua produknya. Yoenazh, Amel, Diyah

Cara Developer Memilih Kunci

Beragam pendapat developer saat ditanya pertimbangannya memilih kunci. Seorang developer perumahan menengah di Bogor secara terbuka menyatakan, memilih kunci gelondongan dari Cina yang kemudian diberi sembarang merek di sini untuk semua rumah yang dibangunnya.

“Soalnya setelah rumah diserah terimakan, banyak konsumen mengganti kuncinya. Jadi, kenapa harus memakai kunci yang mahal? Yang murah saja sudah cukup. Yang penting tidak bermasalah selama masa garansi rumah,” katanya. Lain lagi developer rumah menengah atas seperti Puri Grisenda, Jakarta Utara.

Menurut supervisor tekniknya Agus Rachmanto, kualitas silinder dan lockcase menjadi perhatian utamanya saat memilih kunci. “Dua komponen itu jangan main-main, karena berpengaruh terhadap keamanan rumah. Handel-nya bisa disesuaikan dengan tipe dan gaya rumah,” ujarnya.

Ia mengaku mendapat penawaran berbagai merek kunci. Di sini selain kualitas, pertimbangan harga juga menentukan. Ia terpaksa menyingkirkan merek yang harganya lebih mahal, karena ada merek lain yang kualitasnya relatif sama tapi harganya sesuai bujet. “Biasanya sebelum memilih kita tes dulu mekaniknya. Setelah sreg baru dicarikan handel dari merek lain yang cocok. Yang penting modelnya cocok dengan gaya rumah,” tukas arsitek itu. Ia tidak memakai handel dari merek yang sama karena jatuhnya lebih mahal sekitar Rp100 ribu.

Sementara Jatmiko Arif Bibowo, Project Manager PT Taman Harapan Indah, developer The Verona Park, sebuah cluster perumahan menengah atas di kawasan Taman Semanan Indah, Jakarta Barat, menyatakan, ia memilih kunci berdasarkan pengalaman. “Dari pengalaman kita tahu kualitas kunci sesuai kelasnya. Kita memilih berdasarkan referensi itu,” katanya.

Karena itu konsistensi merek sangat mempengaruhi pilihannya. Merek yang sudah lama eksis dan diterima secara luas, cenderung lebih disukai ketimbang merek baru yang mutunya boleh jadi sama. Ia pun menyebut sebuah merek kunci yang mahal, tapi justru sering bermasalah di perumahan yang dikembangkan sebelumnya.

“Biasanya yang pertama kita lihat lockcase dan silindernya. Lockcase harus kuat dan silindernya tidak gampang soak atau macet. Kunci itu buat kita harus tidak gampang dibongkar dan dicongkel,” jelasnya.

Berbeda dengan Agus, ia memilih lockcase, silinder, handel, anak kunci, dan aksesoris dari merek yang sama, agar lebih mudah mengordernya dan tetap bergaransi. “Kalau tidak ada garansi dan layanan purna jual, kita nggak mau,” ungkapnya seraya menyebut sejumlah merek yang ditawarkan kepadanya.

Tapi, itu dengan syarat handel-nya tidak gampang berubah warna, paling tidak selama setahun pertama pemakaian. Baginya, itu juga penting karena mempengaruhi pemasaran rumah. “Handel itu terkait dengan penampilan rumah. Kalau sebentar saja sudah menghitam, konsumen pasti komplain karena ini rumah miliaran,” katanya.

Anatomi Kunci

Kunci terdiri lockcase (badan kunci) sebagai mekanik, silinder (pengunci) dan anak kunci, handel dan engsel, ditambah akseoris seperti door view (pengintip) dan door stopper (penghenti pintu). Dalam praktik mekanik kunci dari merek yang satu bisa dipasangkan dengan handel dari merek berbeda asal standar profilnya sama. Misalnya, sama-sama berasal dari Eropa atau Amerika.

Ada agen yang tidak mempersoalkan kombinasi antara merek berbeda itu. Tapi ada juga yang tidak mengizinkannya. Jadi, konsumen harus membeli satu set dari satu merek mulai dari lockcase, silinder, sampai handel-nya. Kalau lockcase atau silindernya tetap dipasangkan dengan merek lain, garansi produk tidak berlaku.

Kombinasi antarmerek yang berbeda biasanya hanya diizinkan untuk kunci dari merek berbeda namun diageni perusahaan yang sama. Misalnya, antara Kend dan Cisa. Karena itu sebelum membeli sebaiknya pastikan soal itu kepada penjual agar Anda tidak kehilangan garansi dan jasa purna jual.

Perhatikan juga desain handelnya, apakah selaras dengan gaya rumah Anda atau tidak. Saat mencoba handel, pastikan pegangannya enak atau ergonomic. “Kadang-kadang desainnya bagus tapi ketika dipegang rasanya ada yang tajam-tajam,” kata Leo. Bila tinggal di daerah pantai pilih kunci dari bahan stainless.

“Sekarang banyak handel pintu dari besi yang diberi finishing seperti stainless dengan cara di-platting. Konsumen sulit membedakannya dengan stainless asli kalau cuma dilihat. Caranya bawa magnet. Stainless asli tidak akan menempel, sedangkan besi pasti menempel,” jelasnya. Jalan paling aman pilih merek kunci yang sudah lama eksis dan banyak dipakai. Luasnya pemakaian merupakan indikasi produk diterima pasar.

Budi menyarakan, yang pertama diperhatikan saat membeli kunci adalah bahannya. “Minta kunci dengan silinder dari kuningan, dan body dari steel atau stainless steel dalam satu merek dengan silinder itu. Di situlah poin utamanya. Jangan dikombinasikan dengan merek lain,” katanya.

Sementara Paul Loemaksono, Sales Manager Indonesia Assa Abloy Group, berpendapat, untuk jaminan kualitas sebaiknya pilih kunci yang sudah memenuhi standar keamanan dan keselamatan seperti DIN, ANSI, BS, dan standar Australia.

Biasanya kunci yang memenuhi standar itu sudah melewati serangkaian tes dalam proses prduksinya. Seperti cycle test 100 ribu kali untuk menguji kehandalan fungsi kunci, dan fire rated test selama 30 menit sampai dua jam untuk melihat ketahanannya terhadap api.

Kontak Ahli Kunci Disini

Sumber

Beberapa merek dan pelaku bisnis kunci part 2

Kualitas dan garansi

Seperti biasa, setiap perusahaan menonjolkan kelebihan masing-masing saat ditanya kenapa produknya banyak dipilih. “Orang pakai Solid dan Logo karena kualitas. Solid memberi garansi lima tahun, Logo 25 tahun. Desainnya juga mengikuti tren. Kami memiliki desain dengan handel berbahan stainless karena sekarang trennya modern minimalis,” kata Leo.

Solid adalah house brand yang diproduksi di Cina. Sedangkan Logo by Cisa dari Itali. “Logo itu second brand Cisalah,” tukasnya. Ia juga akan melansir Gradino untuk segmen yang lebih eksklusif. Bahan kunci ada yang dari babet (campuran sisa besi dan zinc), besi, stainless, ada juga yang dari kuningan, baik solid maupun hollow (kopong).

Kunci dari kuningan paling antikarat dan mudah dibentuk, tapi gampang memudar bila sering dipegang. Yang terbuat dari stainless juga antikarat, tapi lebih sulit dibentuk sehingga lebih banyak untuk kunci dengan handel berbentuk kotak-kotak. Sementara yang dari besi gampang berkarat.

Solid dan Logo menyediakan hingga 150-an tipe kunci dengan harga Rp200 ribu – Rp700 ribu/set tergantung bahan dan desainnya. Pilihan warna kuning, kuning mengilap, kuning matt, matt, putih, putih mengilap, dan lain-lain. Untuk memperlambat pemudaran warna semuanya diberi pelapis (coating).

Pendapat senada diutarakan Freddy. “Orang datang ke Kenari karena mencari kualitas. Faktor lain, varian produk kami juga banyak,” katanya. Kenari memberikan garansi seumur hidup untuk Cisa dan Kend. Selain kedua merek itu dipasarkan juga Zermat, Echostile, handel Valli&Valli dan Fusital, dan Fino untuk perumahan yang concern budget.

Belakangan Fino dipasarkan untuk pasar ritel, karena sering setelah rumah diserahterimakan pemilik mengganti kunci yang sebelumnya dipegang tukang. “Kami berpikir, kok sayang sekali. Soalnya Fino itu produk bagus dengan garansi 25 tahun. Harganya lebih kompetitif dibanding produk sekelas yang ilegal dalam tanda kutip itu,” tuturnya.

Kenari memasarkan kuncinya ke pasar ritel dan proyek sekaligus seiring perkembangan bisnis properti di Indonesia. Kend paling banyak dipilih perumahan, disusul Cisa, Valli&Valli, atau kombinasi Cisa dan Valli&Valli. Dua merek terakhir biasanya dipakai rumah mewah. Harga Kend Rp300 ribuan/set, Cisa Rp500 ribuan, Valli&Valli antara Rp1 juta – Rp4 juta.

Uji metalurgi

Sementara itu Dekkson, kunci asal Taiwan yang disebut diproduksi dengan standar Itali, menonjolkan kualitas bahan sebagai kelebihan produknya. “Bahan stainless yang kita pakai sudah diuji di bagian metalurgi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia),” kata Atan. Ia menyatakan, ada banyak grade stainless steel. Dekkson memakai stainless seri 304 yang benar-benar stainless.

“Stainless 304 itu paling tahan karat. Karena itu iklan kita kunci dimakan hiu sebagai simbol kekuatannya. Terbukti selama 10 tahun lebih perusahaan beroperasi, konsumen puas dengan kualitas produk dan layanan kita,” ujarnya. Seperti Kenari, Dekkson juga menggarap pasar perumahan, melalui kontraktor atau subkontraktor.

Dekkson bisa dikombinasikan dengan merek lain asal memiliki standar Itali. Sejauh ini ia mengaku pasar Dekkson stabil meskipun produk Cina membanjir. Dekkson menawarkan 300 tipe handel dan kunci dengan warna polish satin (keperak-perakan) dan kuning. Setiap kunci diberi sertifikat guna menjamin keaslian dan mutunya.

Menurut Budi Santoso, Marketing Project PT Sinar Jaya Internusa, bahan memang sangat menentukan kualitas kunci. “Yang paling baik kualitasnya dan paling mahal adalah kunci dari stainless steel dan kuningan,” katanya. Bellucci dan Onassis tersedia dalam kedua bahan itu selain dari zinc alloy, alumunium, dan iron, baik untuk hunian, gedung perkantoran, dan properti lain.

Kontak Ahli Kunci Disini

Ia juga menggarap pasar proyek, dan Bellucci terbilang sebagai kunci yang juga banyak diminati developer. “Desain Bellucci ngetren, bahan berkualitas, tersedia di seluruh toko bahan bangunan, dan harga terjangkau,” ungkapnya. Disediakan layanan purna jual dan supervisi pemasangan.