Beberapa merek dan pelaku bisnis kunci part 2

Kualitas dan garansi

Seperti biasa, setiap perusahaan menonjolkan kelebihan masing-masing saat ditanya kenapa produknya banyak dipilih. “Orang pakai Solid dan Logo karena kualitas. Solid memberi garansi lima tahun, Logo 25 tahun. Desainnya juga mengikuti tren. Kami memiliki desain dengan handel berbahan stainless karena sekarang trennya modern minimalis,” kata Leo.

Solid adalah house brand yang diproduksi di Cina. Sedangkan Logo by Cisa dari Itali. “Logo itu second brand Cisalah,” tukasnya. Ia juga akan melansir Gradino untuk segmen yang lebih eksklusif. Bahan kunci ada yang dari babet (campuran sisa besi dan zinc), besi, stainless, ada juga yang dari kuningan, baik solid maupun hollow (kopong).

Kunci dari kuningan paling antikarat dan mudah dibentuk, tapi gampang memudar bila sering dipegang. Yang terbuat dari stainless juga antikarat, tapi lebih sulit dibentuk sehingga lebih banyak untuk kunci dengan handel berbentuk kotak-kotak. Sementara yang dari besi gampang berkarat.

Solid dan Logo menyediakan hingga 150-an tipe kunci dengan harga Rp200 ribu – Rp700 ribu/set tergantung bahan dan desainnya. Pilihan warna kuning, kuning mengilap, kuning matt, matt, putih, putih mengilap, dan lain-lain. Untuk memperlambat pemudaran warna semuanya diberi pelapis (coating).

Pendapat senada diutarakan Freddy. “Orang datang ke Kenari karena mencari kualitas. Faktor lain, varian produk kami juga banyak,” katanya. Kenari memberikan garansi seumur hidup untuk Cisa dan Kend. Selain kedua merek itu dipasarkan juga Zermat, Echostile, handel Valli&Valli dan Fusital, dan Fino untuk perumahan yang concern budget.

Belakangan Fino dipasarkan untuk pasar ritel, karena sering setelah rumah diserahterimakan pemilik mengganti kunci yang sebelumnya dipegang tukang. “Kami berpikir, kok sayang sekali. Soalnya Fino itu produk bagus dengan garansi 25 tahun. Harganya lebih kompetitif dibanding produk sekelas yang ilegal dalam tanda kutip itu,” tuturnya.

Kenari memasarkan kuncinya ke pasar ritel dan proyek sekaligus seiring perkembangan bisnis properti di Indonesia. Kend paling banyak dipilih perumahan, disusul Cisa, Valli&Valli, atau kombinasi Cisa dan Valli&Valli. Dua merek terakhir biasanya dipakai rumah mewah. Harga Kend Rp300 ribuan/set, Cisa Rp500 ribuan, Valli&Valli antara Rp1 juta – Rp4 juta.

Uji metalurgi

Sementara itu Dekkson, kunci asal Taiwan yang disebut diproduksi dengan standar Itali, menonjolkan kualitas bahan sebagai kelebihan produknya. “Bahan stainless yang kita pakai sudah diuji di bagian metalurgi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia),” kata Atan. Ia menyatakan, ada banyak grade stainless steel. Dekkson memakai stainless seri 304 yang benar-benar stainless.

“Stainless 304 itu paling tahan karat. Karena itu iklan kita kunci dimakan hiu sebagai simbol kekuatannya. Terbukti selama 10 tahun lebih perusahaan beroperasi, konsumen puas dengan kualitas produk dan layanan kita,” ujarnya. Seperti Kenari, Dekkson juga menggarap pasar perumahan, melalui kontraktor atau subkontraktor.

Dekkson bisa dikombinasikan dengan merek lain asal memiliki standar Itali. Sejauh ini ia mengaku pasar Dekkson stabil meskipun produk Cina membanjir. Dekkson menawarkan 300 tipe handel dan kunci dengan warna polish satin (keperak-perakan) dan kuning. Setiap kunci diberi sertifikat guna menjamin keaslian dan mutunya.

Menurut Budi Santoso, Marketing Project PT Sinar Jaya Internusa, bahan memang sangat menentukan kualitas kunci. “Yang paling baik kualitasnya dan paling mahal adalah kunci dari stainless steel dan kuningan,” katanya. Bellucci dan Onassis tersedia dalam kedua bahan itu selain dari zinc alloy, alumunium, dan iron, baik untuk hunian, gedung perkantoran, dan properti lain.

Kontak Ahli Kunci Disini

Ia juga menggarap pasar proyek, dan Bellucci terbilang sebagai kunci yang juga banyak diminati developer. “Desain Bellucci ngetren, bahan berkualitas, tersedia di seluruh toko bahan bangunan, dan harga terjangkau,” ungkapnya. Disediakan layanan purna jual dan supervisi pemasangan.

Beberapa merk dan pelaku bisnis kunci

Berikut ada artikel yang menurut saya sangat sayang untuk tidak di baca, artikel seputar beberapa merk dan pelaku bisnis kunci baik yang ada di dalam negri atau yang dari luar, berikut ulasannya :

Kunci adalah salah satu produk yang paling banyak mereknya. Begitu banyaknya sehingga sulit mengingatnya. Siegfried Freddy, Promotion Officer PT Kenari Djaja Prima, agen sejumlah merek kunci di Indonesia, menyebut ada ratusan merek. Atan, Direktur Utama PT Fajar Lestari Sejati, agen kunci Dekkson, bahkan menyebut ribuan.

Menurut Leo S Nur, sales manager Solid dan Logo, banyak merek yang tidak terdaftar resmi. “Orang mungkin mengimpornya polos, di sini baru dikasi merek. Bahkan merek yang terdaftar resmi di pemerintah pun saya tidak tahu,” kata pria yang meminta nama perusahaannya tidak disebut itu.

Umumnya “merek lokal” itu didatangkan dari Cina. Ada yang bertahan lama karena mendapat respon yang cukup baik dari pasar. Tapi, kebanyakan berumur pendek. Limco impor berikutnya sudah memakai merek lain lagi. “Jadi, kita tidak tahu apakah tiga bulan lagi merek itu masih ada atau tidak,” ujar Freddy. Kunci gelondongan itu banyak dipakai rumah menengah bawah.

Ada juga kunci dari luar negeri yang disebut “home brand” seperti Kend dari Kenari. Jadi, mereknya milik Kenari tapi diproduksi di luar negeri. “Kami kan mengageni Cisa (Itali). Tapi, di pasar Cisa sudah menjadi produk premium. Padahal yang paling berkembang pasar menengah. Kami pun mengontak Cisa, apakah bisa membuatkan kunci di bawah Cisa tapi dengan (kualitas) teknis sama. Itulah Kend,” tutur Freddy.

Kenari memiliki dan menangani banyak merek untuk berbagai segmen. Bahkan, kunci Yale dan Union yang sekarang dipegang Assa Abloy Group, tadinya dipasarkan Kenari. Semuanya impor. “Kita belum punya teknologi membuat kunci. Investasinya besar. Selain itu untuk membuat sendiri harus ada minimum produksi. Kalau sudah diproduksi dan tidak terserap pasar, harus diekspor,” jelasnya.

Tidak semua home brand dibuat di Eropa. Sebagian dari Cina karena industri kunci di negara itu juga sangat berkembang. “Kalau di Eropa kunci sudah dibuat dengan teknologi komputer, di Cina juga ada. Jadi, sebagian produk Cina juga lumayan dengan harga lebih bersaing,” ujar Leo. Produk Cina dan Taiwan banyak dipakai rumah menengah, kunci asal Eropa untuk rumah menengah atas dan mewah.

Pemain lama

Meskipun merek kunci begitu banyak, produk yang leading tetap berasal dari pebisnis yang fokus bermain di bisnis kunci seperti Solid dan Logo, Kenari, PT Fajar Lestari Sejati, Assa Abloy Group, dan PT Sinar Jaya Internusa (Bellucci dan Onassis). Kenari bahkan sudah berbisnis kunci sejak 1965.

Itu terungkap dari survei yang dilakukan majalah HousingEstate terhadap 100 perumahan menengah dan menengah atas yang masih dipasarkan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sepanjang semester I 2007. Sayang, belum semua agen kunci bisa kami wawancarai, sehingga kami belum bisa mengidentifikasi semua merek menurut perusahaan yang mengageninya.

Jadi, kami belum tahu apakah kunci seperti SES dan Tesa, Vario dan Royal, atau Bellagio dan Paloma, berasal dari kelompok usaha yang sama atau berbeda. Karena itu pilihan merek kami tampilkan apa adanya, termasuk untuk merek-merek dari perusahaan yang bersedia kami wawancarai.

Logo dan Solid, secara tunggal atau kombinasi, tercatat paling banyak dipilih. Dari 100 perumahan itu, Solid dan Logo dipilih di 13 perumahan, disusul Kend dan Cisa dari Kenari (11), Wallaby (5), Royal (5), Bellucci (4), Yale (3), kombinasi Solid/Dekkson (3), Royal/Bellucci (3), Vario (2), Solid/Kend (2), Palloma/Bertolli (2), dan merek-merek lain masing-masing satu perumahan.

Bila Solid dan Logo dianggap satu kelompok dengan Kend dan Cisa (mengingat Logo juga dari Cisa), kunci asal Kenari sangat mendominasi proyek perumahan di Jabodetabek karena dipilih 28 dari 100 perumahan yang disurvei (lihat tabel).

Kontak Ahli Kunci Disini

Kend berjaya di Jakarta, dipilih 5 dari 17 perumahan yang disurvei, disusul Solid/Logo (3), dan merek-merek lain. Begitu pula di Depok, Kend/Cisa nomor satu, dipakai di 3 dari 14 perumahan yang disurvei, diikuti merek-merek lain. Sementara di Bogor, Solid yang teratas, dipilih 3 dari 24 perumahan yang disurvei, disusul Bellucci (2), Royal (2), dan merek-merek lain.

Demikian pula di Tangerang, Solid/Logo dipilih 6 dari 32 perumahan yang disurvei, dibuntuti Cisa/Kend (3), Wallaby (2), Solid/Kend (2), dan merek-merek lain. Sedangkan di Bekasi, Wallaby yang di atas, dipakai 2 dari 13 perumahan yang disurvei, diikuti merek-merek lain.

Sumber